Sunday, December 4, 2011

Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui


Hai.. Haaaaiiii ketemu lagi sama mommy Ocha yang unyu dan ngegemesin ini *hoek* hahaha.. After talking about weaning saya mau sharing tentang persiapan menyusui bayi mommies. Yeah I’m very interest on breastfeeding issues. Saya tertarik dengan isu-isu menyusui bukan karena saya dokter atau konselor laktasi, bukan juga karena saya nge-fans berat sama dr. Utami Roesli, Sp.A, IBCLCC ketua Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) yang super keren itu bukaaaan.. Saya tertarik dengan isu ini karena saya seorang IBU! Yup, sama dengan mommies atau (calon) mommies disini, kecintaan terhadap breastfeeding berawal sejak saya menjadi mama dari Aldi :) 

Sedikit flashback tentang awal saya menyusui (jangan bosan ya moms hehe). Walaupun saya memiliki backround pendidikan sebagai tenaga medis tapi pengetahuan saya tentang breastfeeding sangat minim, yaaa pelajaran di bangku kuliah dan di koas siy ada tentang ASI khususnya ASI Eksklusif tapi cuma seklibat. Makanya, saya gak terlalu aware sama isu ini, yaa taunya ASI dikasih sampai 6 bulan tanpa pemberian makanan/cairan pre-laktal lainnya, dilanjutkan bersama MPASI sampai 2 tahun, easy! Tapi ternyata setelah si Aldi mbrojol, dunia seolah terbalik, bumi gonjang ganjing (lebay yak) semua menjadi not easy at all!! Ternyata ASI dan permasalahannya itu bejibun, tidak segampang buka kancing daster-angkat BH-sodorkan payudara ke bayi-mimik-selesai, masih banyak kesulitan yang mommies alami.


Haduh kalau berbicara tentang ASI dan permasalahannya gak akan ada habisnya, bisa gempor tangan saya ngetik hehe. Kapan-kapan ya moms kita bahas satu-satu, insya Allah. Kali ini saya ingin membahas tentang Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui. Dengan berpedoman pada langkah-langkah ini mudah-mudahan mommies out there jauh dari masalah menyusui dan bisa suksesss mimik-in babynya *hug 

      1. Memiliki kebijakan tertulis tentang menyusui yang dikomunikasikan secara rutin kepada semua staff pelayanan kesehatan
Haduh ribet amat ya moms bahasanya *tuing-tuing* intinya ada kebijakan tertulis tentang menyusui di fasilitas kesehatan tempat mommies berobat, dan rinciannya itu ditempel di dinding jadi para bumil bisa lihat begitu juga para staff. Jangan cuma disimpan di lemari mas bro. Dan buat para mommies mulai deh hunting Rumah Sakit Sayang Bayi atau minimal tenaga kesehatan sayang ibu-bayi deh.
  
       2. Melatih petugas kesehatan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menerapkan kebijakan tersebut
Naah kalau udah punya kebijakan, para tenaga medisnya dilatih untuk mempraktekkannya. Kalau ditangani oleh tenaga medis yang terlatih kita lebih tenang ya moms ^_^
  
       3. Menginformasikan semua ibu hamil tentang keuntungan menyusui dan penatalaksanaannya
Berbicara kepada bumil terutama yang sedang hamil anak pertama mengenai menyusui dan seluk beluknya akan sangat membantu persiapan mereka menyambut buah hatinya. Ini yang dulu nggak saya dapat ketika hamil Aldi, padahal penting mengenalkan ‘ASI’ kepada para bumil, we don’t know this automatically!
  
       4.  Bantu ibu untuk mulai menyusui dalam setengah jam pertama lahir
Yup, IMD! Inisiasi Menyusu Dini yaitu memberi kesempatan pada bayi baru lahir untuk
menyusu sendiri pada ibu dalam satu jam pertama kelahirannya dengan meletakkan bayi untuk kontak kulit ke kulit dengan ibunya segera setelah lahir. Mengenai IMD ini kapan-kapan kita bahas lebih lengkap ya moms :)

       5.  Menunjukkan kepada ibu cara menyusui, dan bagaimana mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi
Lagi-lagi ini tugas tenaga medis ya mom, tapi sebagai smart mommies kalau belum tahu dan kebetulan si tenaga medisnya lupa untuk menjelaskan cara menyusui tanya ya moms. Jangan takut atau pekewuh ya moms ini hak kalian!
  
       6.  Tidak memberikan makanan dan minuman apapun selain ASI kepada bayi, kecuali atas indikasi medis
Ya, seperti mommies ketahui bahaya makanan/minuman selain ASI atau yang kita sebut makanan prelaktal untuk bayi antara lain diare dan alergi. Makanan prelaktal ini juga mengganggu hisapan bayi yang menyebabkan bingung puting pada bayi. Haduuh jangan sampai deh ya :(
  
       7.  Melaksanakan rawat gabung – memungkinkan ibu dan bayi selalu bersama selama 24 jam dalam sehari
Gimana rasanya kalau kita didalam ruangan sendiri tanpa ada yang kita kenali, pasti takut, stres dsb. Begitu juga dengan bayi yang terbiasa bersama ibunya, mendengar detak jantungnya selama 9 bulan tiba-tiba setelah dilahirkan dipisah. So, mintalah rawat gabung moms. Dengan begitu akan mempererat bonding antara ibu-anak dan tentu ibu bisa menyusui anaknya kapan pun dia mau.

           8. Menyusui semau bayi
Artinya mommies menyusui bayi kapanpun bayi mau. Gak perlu menunggu sampai waktu tertentu atau mengikuti jam untuk memutuskan kapan menyusui berikutnya. Gak perlu dibatasi juga lamanya satu kali penyusuan. Biarkan aja bayi menyusu selama dia inginkan. Dan ingat bayi menyusu itu berbeda-beda dalam jumlah dan durasinya. So, stop comparing your baby to others.
  
       9.  Tidak memberikan dot atau empeng kepada bayi yang disusui
Bayi yang menghisap dari botol akan memiliki kesulitan menyusu pada payudara dan pasokan ASI ibu akan berkurang. Bayi yang menghisap empeng juga akan berhenti menyusu lebih awal. Jika menyusui tidak memungkinkan untuk sementara waktu, bayi dapat diberi ASI perah dari cangkir atau menggunakan sendok.
  
       10. Mengupayakan terbentuknya kelompok pendukung menyusui dan merujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari rumah sakit atau klinik
Langkah ini mengenali bahwa ibu dan bayi memerlukan dukungan lanjutan untuk menyusui setelah mereka meninggalkan fasilitas persalinan. Sudah banyak moms kelompok pendukung menyusui di Indonesia diantaranya Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Dengan bergabung dengan kelompok pendukung menyusui mommies akan mendapat banyak ilmu dan teman. Ya, teman senasib sepenanggungan, karena dengan merasa ada ‘temannya’ semua terasa lebih ringan dan enjoy :)

Wow, ternyata untuk berhasil menyusui banyak langkahnya ya moms. Dulu saya belum tau yang beginian, otodidak bin confuse menghadapi newborn-ku dulu huhuhu. Semoga dengan mengikuti tiap langkahnya mommies-mommies pada sukses menyusui buah hatinya ya. Aamiin.
Happy Breastfeeding ^_^

No comments:

Post a Comment