Friday, December 16, 2011

Mempersiapkan Aldi untuk Kehadiran Adek Barunya

Kandungan saya semakin besar dan alhamdulillah sehat. Saya udah melewati separuh perjalanan kehamilan saya, Insya Allah beberapa bulan lagi malaikat kedua saya hadir menambah kebahagiaan keluarga kecil kami. Wow! Pasti seru dan rame ada seorang batita dan seorang bayi dirumah. Tapi, tiba-tiba saya kepikiran dengan si kakak, Aldi. Bagaimana ya perasaan dia ketika saudaranya hadir ditengah keluarga? Bakal happy kah, bakal merasa tersaingi kah atau biasa-biasa aja.


Batita berumur 2 tahun mana bisa ditanya seriously tentang kehadiran seorang baby ditengah keluarga, yang dia tau cuma ada Aldi, Mama dan Papa. Wah, ini perlu dipikirkan dan dipersiapkan batin saya, saya tidak mau menganggap ini hal sepele. Tidak mungkin saya menjadi egois dengan memintanya menerima begitu saja kehadiran ‘orang baru’ tanpa memikirkan perasaannya.


Hal utama yang perlu dipikirkan adalah bahwa Aldi-lah sang raja dirumah selama ini, biasa menjadi pusat perhatian dan dituruti kemauannya. Dengan kehadiran adek baru sama saja dengan menyerahkan mahkotanya kepada penggantinya. Karena baby needs more attention. Dan ini pasti akan menjadi hal tersulit untuk dia. Aah, beratnya menjadi orangtua. Yaelaah mom, gak ada yang bilang menjadi orangtua itu pekerjaan yang mudah!

Akhirnya saya mencoba mencari solusi terbaik dengan browsing dan mempelajari beberapa buku parenting. Menjadi orang tua itu perlu belajar juga lho moms. Intinya, saya tidak perlu meyakinkan si kakak bahwa memiliki adek baru adalah hal yang menarik dan menyenangkan. Biarkan saja emosi dan perasaannya berjalan natural. Lebih baik saya menerima bahwa akan ada perasaan iri dan tidak aman baginya. Karena nanti, mungkin si kakak merasa terabaikan, terlupakan atau dikesampingkan dan ini tidak menyenangkan menyangkut kedatangan si adek baru. Jadi, orangtualah yang harus berperan, bukan anak.

Sejak perut saya mulai membuncit, saya mulai mengenalkan kehadiran si adek, walau masih dalam perut. Jjujur, saya tidak tahu apakah usaha saya berhasil, apakah dia mengerti atau dia taunya cuma ‘perut mama ndut’. Huff, he’s still 2 years old, pasti dia belum mengerti bahwa dia akan mendapatkan adek baru, untill that baby comes. Mungkin beda halnya kalau si kakak berusia lebih besar dan cukup mengerti, dia akan memiliki cukup pengetahuan akan kehadiran adek.

Usaha saya selain itu selalu mengenalkan bayi sebagai ‘adek’, melalui gambar, televisi atau dunia nyata. Saya ingin dia tahu bahwa adek itu bayi, walau tak selamanya menjadi bayi tetapi ketika datang dia kan sebagai bayi. Usaha ini lumayan berhasil, hampir setiap bayi dia panggil ‘adek’, dengan wajah tersenyum dia selalu memanggil “adeeeek” kpd setiap bayi yang dia lihat. Semoga kelak kehadiran adek kandungnya pun disambut dengan gembira.

Kebiasaan-kebiasaan yang sudah berjalan selama ini pun tak akan (banyak) saya rubah, seperti kebiasaan tidur bersama orangtua, letak mainan, posisi barang-barang kesayangan, dsb. Semua ada ditempatnya, saya tidak mau Aldi merasa ‘disingkirkan’ dengan kehadiran box bayi atau perlengkapan bayi lainnya, yang mengambil alih tempat favorit Aldi.

Bila hari H tiba, ketika adeknya pulang ke rumah, saya ingin mengenalkannya sebagai adek Aldi, serta melibatkannya dalam pengasuhan adeknya, ini juga tanpa paksaan. Mengajak memandikan adek, mengambilkan popok, mengayun-ayun adek, memeluk dan menciumnya, just for fun, hanya ketika dia mau. Pasti lama kelamaan sifat ke-kakak-an Aldi muncul dan dia pun sayang dengan adeknya :)

Sementara ini saya harus BERSIAP untuk ‘kehebohan’ yang bakal muncul. Riweuh kata pendahulu saya, yang sudah berpengalaman memiliki batita dan bayi, tapi bahagia! Persiapkan diri untuk menghadapi keributan, pertengkaran, persaiangan atau rasa iri diantara saudara. Saya pun memiliki saudara, hal-hal seperti itu pernah saya rasakan, tetapi mengatasi masalah tersebut sebagai orangtua baru kali ini. Fiuh! Semoga saya dan suami bisa berlaku adil dan menjadi orangtua yang terbaik bagi anak-anak kami, aamiin.

Untuk Aldi, sekarang biarkan dia menikmati masa-masa ‘sang raja’ dirumah, tanpa terlalu dibayangi akan hadirnya anggota baru. Manfaatkan waktu sekarang untuk memanjakannya, mengajaknya bermain dan jalan-jalan. Dan ketika adeknya hadir, kami akan tetap membuatnya bahagia. Perlahan membuatnya menjadi kakak yang baik, yang kelak akan dibutuhkan oleh adek-adeknya ^_^

No comments:

Post a Comment