Thursday, December 15, 2011

Ayah ASI

Beberapa malam ini pemandangan di kamar mengingatkan saya pada saat-saat diawal kelahiran Aldi. Ya, rutinitas menggendong kembali terjadi dirumah, ada Papa Aldi yang setia menggendong anaknya sampai terlelap (Baca posting sebelumnya : Weaning With Love Aldi). Sama seperti 2 tahun yang lalu ketika Aldi lahir, suami saya menimang-nimang si kecil agar dia tertidur, hanya sekarang bedanya sekali tertidur Aldi akan terlelap sampai pagi. Berbeda ketika dia masih newborn, sedikit-sedikit terbangun dan kembali digendong oleh papanya, si Ayah ASI. 


Banyak mitos yang bergulir selama ini yang mengatakan bahwa seorang suami akan terpinggirkan dari perannya sebagai ayah ketika ibu sibuk menyusui anaknya. Emang diawal kelahiran utamanya, ibu akan sangat sibuk menyusui anaknya. Tetapi banyak hal yang bisa dilakukan sang ayah untuk membantu ibu dalam mengurus bayi mereka dan membangun hubungan ayah-anak diantara keduanya. Yup, menjadi Ayah ASI adalah solusinya.


Apakah menyusui berarti hubungan ayah dan bayinya menjadi terhalang? Lalu apakah dengan memberi susu formula dalam dot, ayah tampak ikut andil dalam ‘menyusui’ anakya? Tentu tidak! Banyak cara lain yang dapat dilakukan ayah untuk membangun kedekatan dengan bayinya sekaligus membantu sang ibu.

Dengan membantu ibu menggantikan popok bayi, memandikan, membuatnya bersendawa, menggendong, menyanyikan lagu, mengajaknya jalan-jalan, memijat atau sekedar bercanda dan mengajak si kecil ngobrol akan meningkatkan kualitas hubungan ayah-anak dan membentuk ikatan batin diantara keduanya.

Tak hanya itu yang bisa dilakukan si Ayah ASI, dengan menyadari arti pentingnya ASI bagi bayi akan membantu ibu dalam proses menyusui secara eksklusif. Banyak kondisi yang membuat ibu rasanya ingin ‘menyerah’ ketika menyusui anaknya, dengan kehadiran dan dukungan sang suami akan menambah rasa percaya diri ibu dalam memberi ASI pada bayinya.

Tentu kondisi khusus menjadi sangat krusial, rasanya tak tega melihat istri kecapekan, kesakitan atau putus asa ketika memberi ASI pada bayinya. Jangan kemudian ikut menyerah donk daddies. Tunjukkan bahwa kalian kuat menghadapi masalah ini, dengarkan si ibu. Terkadang ibu tidak membutuhkan solusi tetapi hanya empati, merasakan apa yang dia rasakan. So, peran Ayah ASI dimulai dengarkan, berempati, beri support, dekap dan katakan semua akan baik-baik saja pada istri akan menenangkan dia. Lalu pijatlah pundaknya dan katakan betapa daddies sangat menyayangi dia dan bayi kalian dan betapa senangnya kalau ibu menyusui bayinya.

Tak terasa hormon cinta akan mengalir deras, membantu ibu mengatasi masalah menyusui bayinya. Namun, ada kondisi dimana perlu bantuan ‘luar’, ketika tidak didapatkan solusi atau pemecahan masalah bersama, ajaklah ibu ke klinik laktasi atau hubungi konselor laktasi untuk membantu mengatasi kendala menyusui. Dan alangkah baiknya bila suami ikut serta dalam kelas-kelas edukasi menyusui, meningkatkan pengetahuan mengenai menyusui akan menjadi modal kuat menjadi Ayah ASI :)

Ini saya kutip dari buku The Ultimate Breastfeeding Book of Answers karangan dr. Jack Newman “ Ibu memang pemberi ASI terbaik. Tetapi ayah juga memiliki bakat khusus, misalnya : Suara ayah yang berat dan dalam lebih menenangkan bayi ketika ayah sedang bersenandung atau berbicara dengan bayinya. Dada ayah yang bidang dan datar menjadi tempat yang nyaman untuk tidur bayi. Ayah bisa menggendong bayi dalam gendongan lebih mudah dibandingkan ibu, karena tidak ada payudara yang menghalangi. Dan karena tangan pria lebih panjang dan besar, biasanya ayah lebih baik dalam menggendong dan menimang bayi ketika bayi sedang kolik dengan gendongan ‘khas kolik’ “

Hmm.. Saya bersyukur sekali diberi suami yang perhatian, yang menjadi Ayah ASI bagi anaknya. Karena pengasuhan anak bukan melulu kerjaan mommies kan. Sampai sekarang, si Ayah ASI masih menjalani perannya, tak beda jauh seperti ketika Aldi masih bayi cuma lebih asyik. Bermain bersama, bermain mobil-mobilan, sepak bola, layangan, play station dan aktifitas ke-laki-laki-an lainnya. Tapi tetap membantu mama, memandikan, menyuapi (ini jagonya Papa Aldi, terutama kalau Aldi lagi GTM), mengganti pakaian, membersihkan kotoran ketika pup, menggendong ketika hendak tidur, mengantar ke sekolah aaah dan banyak yang lainnya. Rutinitas memijat, mendekap dan memberi kata-kata cinta untuk mama juga tetap diberikan. What a wonderful hubby do I have :)

So, daddies sekarang udah trend-nya menjadi AYAH ASI. Bergabunglah! Tunjukkan rasa sayang, rasa cinta dan tanggung jawab daddies dengan ikut serta memperhatikan, mendukung dan membantu ibu memberikan ASI untuk bayinya serta memberikan bantuan-bantuan praktis untuknya. Diantara kesibukan daddies yang seabreg seharian pasti lelah, tapi semua ada balasannya. Ganjarannya? Cinta dari sang ibu, ikatan batin antara anak dan pahala besar dari Tuhan, Insya Allah..

Happy ‘Breastfeeding’ Daddies ^_^



2 comments:

  1. Menjadi Ayah ASI ternyata asyik dan menyenangkan... :)

    ReplyDelete
  2. Yeah si Ayah ASI aja enjoy!! Makasih ya sayang, u've been the best 'breastfeeding' father ever *kiss

    ReplyDelete