Friday, November 20, 2015

C Section : Sebuah Perjuangan Tak Kenal Menyerah

Tepat 2 minggu yang lalu saya menjalani operasi Sectio Caesaria (SC) atau lebih dikenal "caesar", untuk mengeluarkan anak ketiga saya yang terlilit tali pusat sebanyak 2x (sehingga tidak memungkinkan untuk persalinan normal). Saat itu saya masih berharap anak ketiga saya bisa keluar secara normal (per vaginum) seperti kakak-kakaknya, tetapi ditunggu kepala tak kunjung turun sedangkan air ketuban terus merembas. Nah, ketika pada akhirnya saya memutuskan untuk mengambil tindakan SC, saya tahu bahwa rasa sakit itu akan terasa setelah operasi dilakukan. Untuk membekali "mental" saya sebelum menghadapi rasa sakit itu, saya browsing dan tanya teman-teman saya yang sudah berpengalaman sebelumnya.

Ketika browsing, banyak pengalaman mommies yang saya baca, tetapi tidak semua "gamblang" menceritakan bagaimana dan apa yang harus disiapkan menghadapi SC terutama pasca operasinya yang menyakitkan, maka ingin sekali saya sharing dengan mommies yang mungkin saat ini akan atau sedang menjalani operasi caesar. Bukan, bukan bermaksud menakuti, ini hanya berbagi pengalaman biar mommies SIAP lahir dan batin dengan apa yang akan dihadapi. Karena ini tidaklah mudah....


- Persiapan Operasi : setelah suami menandatangani persetujuan operasi, saya diinfus dan diberi antibiotik (cukup menyakitkan saat disuntikkan antibiotik), dipasang kateter urin (damn it hurts!!) lalu bulu kemaluan dicukur dan berganti pakaian operasi. Sebelum operasi ini, siapkan mental, pasti ada rasa takut, tapi tenanglah. Banyaklah berdoa dan berdzikir agar operasi dimudahkan dan sehat ibu-bayinya.

- Saat Operasi : Jujur saja saya tidak ingat apa-apa karena selama operasi berlangsung saya tidur (dan mimpi Looney Tunes)! Seingat saya masuk ke dalam ruang OK, diatas meja operasi dalam posisi duduk (dan merunduk) di anestesi spinal, yang kerasa celekit di punggung dan berefek kedua kaki saya kesemutan dari ujung jari dan perlahan naik ke pinggang, lalu saya direbahkan dan tiba-tiba ingin muntah. Setelah itu PLEK saya tidur (umumnya anestesi spinal pasien tetap sadar selama operasi tapi karena saya mau muntah diberi obat tidur/penenang (?)). Gak tau deh proses persalinannya gimana, untung suami merekam proses operasi saya. Ok, saya gagal IMD kali ini (hiks!) dan saya belum ketemu anak saya.

- Pasca Operasi : sesaat setelah operasi selesai saya bangun. Saya mendengar perawat bilang "Alhamdulillah selesai". Sempat disorientasi sesaat, baru ngeh kalau habis operasi. Sambil dibawa ke ruang recovery dengan setengah sadar saya mengucapkan terima kasih kepada semua dokter dan perawat yang ada diruangan itu. Dan zzzttt tiba-tiba badan terasa dingiiiinnnn banget, menggigil, lalu saya diselimuti oleh perawat. Inilah efek bius yang umum terjadi.

- < 24 jam Pasca Operasi : sampai di kamar saya bertemu dengan jagoan kecil saya, dia sudah menangis cukup lama karena haus. Ok mommies, disinilah PERJUANGAN DIMULAI. Dengan kondisi masih terpengaruh bius (alias teler) dan kedua kaki saya belum bisa digerakkan, saya mencoba menyusui anak saya (tentu saja dibantu karena saya belum bisa miring). Saya gak tau apakah ASI saya keluar atau tidak, untungnya bayi saya langsung pintar mengenyot. Disinilah kita harus berpikir positif, yakin bisa menyusui, yakin ASI keluar, yakin semua dapat dilalui dengan baik. Pokoknya NO STRESS. Karena tidak stres saja rasa nyeri dan pengaruh bius mempengaruhi supply ASI apalagi kalau stres. Karena saya berpengalaman melahirkan normal saya merasakan betul ASI saya tidak "sederas" ketika itu, tapi lagi-lagi saya gak mau negative thinking, sudah susui saja anakmu! - begitu perintah saya. Bismillah.
Alhamdulillah, kolostrum keluar walau setetes dua tetes (anak saya tampak tenang dan tertidur). Benar yang orang katakan perjuangan menyusui Ibu yang bersalin dengan caesar 2x lebih berat. Tapi bukan berarti tidak mungkin kan. Fight Mom!
Semalaman jujur saya gak bisa tidur, entah karena pengaruh bius yang mulai hilang dan badan mulai terasa nyeri atau saking bahagianya anak lahir dengan selamat atauuuu karena sudah terlalu nyenyak saat operasi sorenya haha..
Disaat semua tertidur, saya latihan menggerakkan kaki saya kemudian perlahan mengangkatnya, lalu belajar miring pelan-pelan. Proses pemulihan ini harus berlangsung cepat tekad saya, gak boleh terlalu lama ketergantungan dengan orang lain..
Alhamdulillah dalam 24 jam saya sudah bisa miring kiri dan kanan, sehingga saya bisa menyusui sambil tiduran (tanpa perlu bayi saya dipegangi lagi selama proses menyusui). Ok, good progress..
Oiya, setelah operasi dilarang makan sebelum flatus/kentut, kalau minum boleh, sebaiknya air putih dulu ya. Saya kemarin selesai operasi yang pertama dipengeni adalah es teh!! Haha.. Lha sudah pasti gak dikasih sama mas bojo, udah gitu saya baru flatus setelah 19 jam setelah operasi, duuh rasanya lapaarrr banget haha..

- 24 jam pasca SC : setelah berhasil miring kiri-kanan dengan sukses saya gak sabar untuk segera duduk dan jalan! Tapi ingat, kita harus berbaring selama 24 jam pasca SC karena masih ada pengaruh obat anestesi. Setelah diperbolehkan dokter untuk latihan duduk, langsung deh saya coba, pertama yang dirasakan adalah pusing. Belajar duduk menurut saya adalah yang terberat karena tekanan kuat pada otot-otot perut ditambah kepala pusing ketika bangkit dari posisi berbaring ke posisi duduk. Setelah adaptasi dan berhasil duduk saya latihan berdiri, ahh sekalian aja latihan jalan! Saya udah gak sabar pengen bisa ke toilet sendiri dan segera melepas kateter urin yang menyakitkan!

- Hari 2-3 : mobilisasi saya sudah bagus kata perawat (iyalaah saya udah pengen pulang!), hari kedua kateter urin dilepas, alhamdulillah.. Saya masih diberi obat anti nyeri lewat dubur, pernah satu kali saya tolak karena rasanya "i can deal with this pain" tapi setelah efek obatnya hilang sakitnya masih sangat mengganggu dan akhirnya saya minta obat anti nyeri itu lagi. Hari ketiga semua sudah jauh lebih enak, nyeri luka operasi masih ada, obat mulai dihentikan, infus dilepas diganti per oral, dan besok tinggal ganti balut dan boleh pulang :))

- Hari 4 : Gak tau kenapa kepala saya sering pusing, apalagi setelah berubah posisi dari tiduran ke duduk. Ah, mungkin kecapekan karena Aldi-Vina libur dan nungguin di RS, yang berarti tambah riweuh. Setelah ganti balut (dengan perban anti air) saya diizinkan pulang. Duuh rasanya saya ingin mandi kembang, rindu dengan kata : MANDI!

- Hari 5-6 : dirumah saya gak mau berlama-lama manja, saya harus mandiri, saya "paksa" untuk mengerjakan apa-apa sendiri, luka sudah tak terasa sakit bagi saya, justru plastik perbannya yang terasa kencang banget dan rada menyakitkan. Entah karena terlalu "heboh" nyeri kepala yang saya rasakan sejak pulang dari RS bertambah berat, terutama didaerah dahi, hidung dan mata, kepala rasany diikat. Hmm, Postdural Puncture Headache (PDPH), nyeri kepala pasca bius kemarin ternyata. Kali ini saya KO. Suami saya bilang "Semangat sembuh boleh, tapi sabar". Huufff. Gimana bisa sabar sedangkan saya harus mengurus rumah dan 3 anak! Tapi, suami saya benar, proses penyembuhan operasi tidak instan harus lebih sabar. Ok, mari bedrest sejenak..

- Hari ke 7 : alhamdulillah nyeri kepala saya hilang, dan sore jadwal kontrol dokter untuk lihat luka operasi saya. Jujur, perban plastik ini sudah sangat mengganggu, kencang banget dan nyeri. Saat kontrol benar saja, luka operasinya sih bagus tapi bekas perbannya itu yang malah lecet. Ok, luka sudah tidak diperban lagi. Gerak menjadi lebih bebas, I feel free hahaha XD

Sampai hari ke tujuh pasca operasi rasanya badan jauuuhh lebih enak, apalagi sekarang 2 minggu pasca SC rasanya udah pengen aerobik atau sprint untuk ngecelin perut haha. Paling masih terasa celekit-celekit dan sedikit gatal saja di bagian luka, gak sampai mengganggu sih tapi sampai sekarang belum nyaman untuk tidur tengkurap hehe. Kata orang sih, benar-benar fit setelah 1 bulan pasca SC.

Soooo, this is my C Section story. Pengalaman setiap orang akan berbeda, walau sedikit banyak ada persamaan. Sekali lagi posting ini bukan untuk menakuti ibu-ibu yang akan caesar. Tetapi ini sedikit referensi saja, apa sih yang bakal dihadapi, rasa sakit apa yang akan dijalani pasca caesar. Biar mommies lebih siap, tough dan gak kaget. Terutama masalah ASI, subhanallah ini benar-benar butuh perjuangan. Rasa nyeri saja sudah menurunkan hormon oksitosin apalagi kalau sampai mommies stres, ASI makin gak keluar, bayi rewel, Ibu masih recovery aahh mudah saja bilang "menyerah" pada akhirnya. Yes, ibu pasca SC perlu effort lebih untuk sukses menyusui, susah memang, tetapi bukan tidak mungkin. Yuk, berjuang mommies, untuk kesehatan kita terlebih bayi yang kita sayangi. Semangat ngASI!! #kecups

1 comment:

  1. Bunda sakit kepalanya sembuhnya pake apa help huhu sya jg lg skit kola pasca cs

    ReplyDelete